Khasiat Sengat Lebah

Racun lebah dibentuk dan diproduksi di dalam tubuh lebah pekerja, hasil perpaduan antara beberapa kelenjar racun yang diubah datu kelenjar kelenjar tambahan. ia disimpan dalam kanting racun yang akan ditumpahkan ketika dibutuhkan melalui alat penyengat.

Lebah yang baru keluar dari bilik heksagonal mempunyai kandungan racun lebah yang sangat sedikit. Tetapi, dengan bertambhanya usia lebah pekerja, maka semakin menumpuklan volume racun didalamnya secara bertahap mencapai 0.3 miligram pada lebah pekerja yang berusia 15 hari. ketika lebah mencapai usia sebgai penjaga ( 18 hari ) teidak terjadi lagi proses penambahan racun lebah, maka volume ravun yang terdapat didalam kantong tidak berubah. Kantong racun tidak bisa di isi lagi apabila sudah terlanjur dikeluarkan, sebagaimana dinyatakan Mueller ( 1938).

Adapun lebah ratu, begitu keluar dari bilik heksagonal yang merupakan rumah ratu, racun yang ada didalam tubuhnya sudah terbentuk secara sempurna, karena ratu memerlukannya untuk membunuh pesaing -pesaingnya. Lauter and Vrla tahun 1939 mendapati bahwa lingkungan gizi yang sarat zat gula tidak mengandung benang sari tidak cocok untuk pembentukan racun lebah.

kandungan air pada racun lebah adalah 80%-90%. Racun lebah ini mengandung sekitar 13 unsur yang terdiri dari berbagai macam minyak asiri dan racun yang terkandung antar 4%-8%. Didapati pula bahwa lebah yang dikumpulkan dari berbafai tempat, negara dan waktu yang berbeda beda dalam satu tahun akan memiliki kandungan protein yang sama. Hal ini menunjukan bahwa ketika membuat unusr-unsur racun ini . lebah tidak dipengaruhi oleh sumber benag sari yang diambilnya.

Menurut Beck (1935) racun lebah adalah cairan transparan yang berasa menyengat dan keras, berbau harum dan reaksinya asam, berat jenisnya 1,313. Racun lebah mengandung suhu panas yang tinggi dan rendah. Bila dipanaskan dalam suhu 1005 derajat celsius dalam waktu 10 menit, hal itu tidak mempengaruhi sifat-sifat aktifnya. Racun leba akan kering dengan cepat pada suhu ruangan, dinaba lebih aka kering dengan cepat pada suhu ruangan, diman ia kehilangan 60%-70% berat aslinya. Artinya, beratnya menjadi hanya 30% -40% dari berat aslinya.

Dalam sedikit kasus, sekali sengatan lebah bisa menyebabkan kematian dikarenakan reaksi alergi yang berlebihan atau anaphylactic shock. Mereka itu bisa mati dalam jangka waktu 30 menit jita tidak segera mendapat penanganan medis secara cepat. Biasanya, penanganannya meliputi kompres es , adrenalin dan anti histamin.

Dalam kondisi normal, seseorang membutuhkan paling sedikit 500 sengatan dalam waktu bersamaan untuk sampai menyebabkan kematian dengan keracunan langsung. Frazier (1967) meneybutkan bahwa ada searoang di Afika meneriama sengatan lebah 3000 sengatan lebih namun tatap bethana hidup.

Sourcer : TERAPI DENGAN MADU : Shubhi Sulaiman

__Terbit pada
Oktober 22, 2019
__Kategori
Uncategorized